Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa.
1) Interaktif sebagaimana dimaksud bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih dengan mengutamakan proses interaksi dua arah antara mahasiswa dan dosen.
2) Holistik sebagaimana dimaksud bahwa proses pembelajaran mendorong terbentuknya pola pikir yang komprehensif dan luas dengan menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal maupun nasional.
3) Integratif sebagaimana dimaksud bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang terintegrasi untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan secara keseluruhan dalam satu kesatuan program melalui pendekatan antardisiplin dan multidisiplin.
4) Saintifik sebagaimana dimaksud bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pendekatan ilmiah sehingga tercipta lingkungan akademik yang berdasarkan sistem nilai, norma dan kaidah ilmu pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kebangsaan.
5) Kontekstual sebagaimana dimaksud bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan kemampuan menyelesaikan masalah dalam ranah keahliannya.
6) Tematik sebagaimana dimaksud bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengankarakteristik keilmuan program studi dan dikaitkan dengan permasalahan nyata melalui pendekatan transdisiplin.
7) Efektif sebagaimana dimaksud bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih secara berhasil guna dengan mementingkan internalisasi materi secara baik dan benar dalam kurun waktu yang optimum.
8) Kolaboratif sebagaimana dimaksud bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran bersama yang melibatkan interaksi antar individu pembelajar untuk menghasilkan kapitalisasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
9) Berpusat pada mahasiswa sebagaimana dimaksud bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan.
- Metode Pembelajaran
Pada dasarnya metode pembelajaran yang digunakan di Program StudiGizi bersifat dinamis dan fleksibel sesuai dengan karakter mata kuliah dan tingkatan semester mahasiswa. Hal ini disebabkan bervariasinya karakter mata kuliah yang ditawarkan, serta capaian pembelajaran dari masing-masing mata kuliah. Beberapa mata kuliah dasar bersifat teoretis dengan capaian pembelajaran pada ranah kognitif serta afektif, sedangkan mata kuliah yang bersifat keahlian yang bersifat praktis mengutamakan capaian pembelajaran dalam ranah psikomotorik.
Oleh karena itu, untuk memenuhi tiga ranah capaian hasil pembelajaran tersebut diperlukan metode pembelajaran yang bervariasi yang meliputi reading guide, ceramah, class dialogue, diskusi kelas, problem solving, case study, dan praktek media:
1) Reading Guide
Reading guide dilaksakan dengan cara penugasan kepada mahasiswa untuk membaca materi sesuai dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) sebelum perkuliahan dimulai. Dalam hal ini, semua dosen diwajibkan untuk menyampaikan RPS kepada mahasiswa pada awal perkuliahan, sehingga mahasiswa bisa mengetahui semua materi yangakan dibahas selama satu semester. System evaluasi dari metode reading guide ini adalah dengan cara eliciting, dimana dosen melalukan tagihan hasil bacaan terhadap mahasiswa secara acak. Dengan demikian diharapkan mahasiswa akan termotivasi untuk membaca dan selalu siap menarima materi perkuliahan.
2) Ceramah (lecturing)
Metode ceramah ini dilakukan untuk memenuhi ranah capaian pembelajaran kognitif mahasiswa. Metode ini diawali dengan probing untuk mengetahui kesiapan dan kedalaman pengetetahuan awal mahasiswa tentang materi yang akan disampaikan dosen. Dalam menerapkan metode ceramah, semua dosen diharapkan menggunakan alat bantu peraga yang disediakan fakultas pada setiap ruang perkuliahan berupa fasilitas LCD dengan cara menyiapkan materi dalam bentuk power poin dan yang sejenisnya. Dalam metode ceramah, dosen tidak mendominasi keseluruhan waktu perkuliahan yang tersedia, tetapi memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya menanyakan hal-hal yang belum jelas, atau jika ada perbedaan pendapat antara dosen dan mahasiswa.
3) Class dialogue
Class dialogue adalah cara pembelajaran dimana dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya tentang materi yang dibahas, dan atau sebaliknya, dosen yang memberikan pertanyaan kepada mahasiswa. Materi pertanyaan kemudian didiskusikan di dalam kelas menjadi materi dialog dengan cara melempar pertanyaan tersebut kepada mahasiswa lain untuk memperoleh perspektif yang berbeda. Class dialogue didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan yang bersifat spontan, baik pertanyaan yang berasal dari dosen maupun dari mahasiswa. Class dialogue digunakan sebagai metode pembelajaran untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan pola berpikir multidisipliner.
4) Diskusi Kelas
Metode diskusi kelas sedikit berbeda dengan dialog kelas dimana materi pokok bahasan dalam metode diskusi kelas berdasarkan pada makalah (paper) yang ditulis mahasiswa, sedangkan materi dalam dialog kelas berdasarkan pada pertanyaan spontan di kelas. Tema yang dijadikan pokok kajian dalam diskusi kelas ditentukan oleh dosen sesuai dengan urutan materi yang terdapat dalam RPS. Mahasiswa diberi kebebasan untuk mengembangkan tema yang telah ditentukan dalam RPS sesuai dengan kecenderungan dan ketajaman daya analisis masing masing. Dalam metode ini, proses diskusi berupa masukan dan saran dari peserta diskusi serta dosen dijadikan bahan pertimbangan bagi pemakalah untuk melakukan perbaikan. Makalah yang telah didiskusikan dan diperbaiki kemudian diserahkan kepada dosen untuk dijadikan salah satu komponen dalam sistem evaluasi pemelajaran.
5) Problem Solving
Yang dimaksud dengan metode pembelajaran problem solving adalah proses pembelajaran dimana dosen memberikan sebuah permasalahan (mock-up) kepada mahasiswa untuk dicarikan penyelesaiannya. Bahan mock-up bisa berupa kasus-kasus yang pernah dan atau sedang terjadi di masyarakat dan juga bisa berupa kasus rekaan yang memungkinkan untuk dicarikan jalan keluarnya. Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk mengetahui kemampuan daya nalar mahasiswa dalam memecahkan persoalan yang sedang dihadapi, serta merangsang mahasiswa untuk berpikir aktif dan kreatif.
Dalam menggunakan metode problem solving, dosen bisa mengelompokkan mahasiswa menjadi beberapa grup kecil guna mendiskusikan problem yang dijadikan bahan kajian. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam melakukan kerjasama, mengakomodir perbedaan, serta mengambil keputusan bersama.
