Sesi Dokumentasi Nutri Disscus #2. Sumber: Sie dekdok Nutri Disscus #2 HMJ Gizi UIN Walisongo

Nutri Discuss #2 telah diselenggarakan oleh HMJ Gizi UIN Walisongo pada hari Sabtu, 19 September 2026 bertempat di Teater IsDb FTIK. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai semester yang berpartisipasi aktif dalam rangkaian diskusi. Membawa konsep diskusi menarik, Nutri Discuss #2 menjadi tempat mahasiswa bertukar informasi, menyampaikan pendapat, serta melatih kemampuan mengingat informasi dalam waktu singkat.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan agar mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan dan pengetahuan mengenai isu-isu terkini yang berkaitan dengan kesehatan terutama gizi tetapi juga menyikapinya secara kritis. Kegiatan ini dihadiri oleh 93 peserta, Nutri Discuss mengangkat tema Local Food is Back: Kimpul dan Potensinya di Masa Kini.

Rangkaian acara kegiatan Nutri Discuss #2 dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars UIN Walisongo yang dipandu oleh Lu’luatul Ma’rifah. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua pelaksana, Syifa Aulia, serta ketua HMJ Gizi yang diwakilkan oleh Aisyah Nur Latifah dan sambutan dari ketua jurusan gizi Ibu Farohatus Solichah, M. Gizi.

Dalam sambutannya, disampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan panitia yang antusias memeriahkan acara Nutri Discuss #2 tahun 2026 ini. Selain itu, turut disampaikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan. Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal yang dapat diterapkan dalam kegiatan akademik maupun kegiatan pengabdian masyarakat di masa mendatang. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa sebelum memasuki sesi materi.

Memasuki sesi materi yang disampaikan oleh Ibu Wenny Dwi Kurniati, M.Si. dengan moderator Nayla Nibrasku yang disampaikan dengan tema “Local Food is Back: Kimpul dan Potensinya di Masa Kini”. Dalam pemaparannya, Ibu Wenny membahas mengenai pangan lokal, khususnya kimpul, yang saat ini mulai kembali mendapatkan perhatian dan menjadi salah satu pangan lokal yang menarik untuk dikembangkan. Pembahasan mencakup identitas dan karakteristik kimpul, pemanfaatannya sebagai bahan pangan, kandungan gizinya, berbagai potensi pengolahannya, dan hal-hal menarik tentang kimpul.

Selain membahas potensi kimpul, disampaikan pula mengenai alasan pangan lokal tersebut belum begitu populer di masyarakat. Salah satunya karena persepsi masyarakat yang masih melekat bahwa sumber makanan utama adalah nasi, sehingga sumber karbohidrat lain belum berkembang. Kimpul juga dapat memberikan rasa gatal apabila tidak diolah dengan tepat. Kandungan pada kimpul adalah kalsium oksalat. Mekanisme fisik oksalat yang berbentuk jarum kontak langsung dan menusuk jaringan lunak pada mulut atau tenggorokan yang menciptakan sensasi gatal.

 

Sesi Tanya Jawab. Sumber: Sie Dekdok Nutri Disscus #2 HMJ Gizi UIN Walisongo

 

Setelah penyampaian materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Dalam sesi diskusi peserta menanyakan mengenai alasan kimpul masih jarang diversifikasi dan dikembangkan menjadi berbagai produk pangan, serta kaitannya dengan budaya masyarakat yang menganggap bahwa nasi masih menjadi sumber pangan utama. Pemateri kemudian menjelaskan bahwa pemanfaatan kimpul masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kebiasaan konsumsi masyarakat, persepsi tentang pangan pokok, hingga perkembangan dan inovasi bahan pangan lokal.  Antusiasme mahasiswa terlihat dari kesungguhan peserta dalam menyimak materi. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya peserta yang mengajukan pertanyaan saat sesi berlangsung.

Setelah sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan pemberian sertifikat kepada pemateri oleh ketua pelaksana dan dilanjutkan dengan pembuatan konten bersama pemateri, peserta, dan panitia. Setelah sesi dokumentasi, peserta dibagi kelompok untuk kegiatan interactive discussion. Sesi ini dikemas dengan konsep menyerupai game pada tayangan Clash of Champions 3 yang menggunakan metode memory. Peserta ditayangkan beberapa soal dan jawaban dalam 3 menit. Setelah itu, peserta diberikan kesempatan untuk mengingat dan menjawab kembali informasi yang telah ditampilkan.

Sesi Games. Sumber: Sie Dekdok Nutri Disscus #2 HMJ Gizi UIN Walisongo

Permainan berlangsung dengan suasana yang ramai, di mana setiap kelompok diberi identitas berupa nama hewan. Antusiasme terlihat dari semangat mereka mengingat informasi yang telah ditampilkan, berebut kesempatan untuk menjawab, dan memberikan respons dengan menirukan suara hewan sesuai identitas kelompok masing-masing. Konsep permainan ini berhasil menciptakan suasana yang interaktif dan menyenangkan sekaligus melatih daya ingat serta kekompakan antar peserta.

Pada penghujung acara, peserta diminta mengisi Google Form terkait pemahaman terhadap materi yang diberikan sebagai bentuk indikator keberhasilan dari acara Nutri Discuss #2. Kemudian dilanjutkan dengan simbolis penyampaian kesandan pesan oleh salah satu peserta dan pemberian reward pada mahasiswa yang aktif dalam interactive discussion. Rangkaian tersebut menjadi penutup acara yang berlangsung dengan tertib dan ditutup secara resmi.

Melalui kegiatan Nutri Discuss #2 diharapkan mahasiswa dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan baru, serta dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk lebih mengenal dan memanfaatkan pangan lokal yang ada di Indonesia. Selain itu, diharapkan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan tidak berhenti di ruang diskusi saja, tetapi menjadi bekal yang bermanfaat di kehidupan masyarakat di masa mendatang. Kedepannya, Nutri Discuss dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan tema-tema yang makin menarik, relevan dan dekat dengan kehidupan mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *